Pengertian Doa
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. Albaqarah: 186)
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah swt. Berada sangat dekat dengan hamba-Nya dan menyaksikan sekaligus mengabulkan setiap permohonan doa dari hambanya yang shaleh.
Secara harfiah, doa berarti memohon, doa pun identik dengan kata
lain; dakwah. Sehingga doa bisa juga berarti mengajak atau mengundang
agar datang. Doa yang berarti permohonan mekanismenya melakukan
permohonan langsung kepada Allah swt agar diberikan kebaikan,
keberkahan, kemudahan, kesehatan dan jalan keluar dari kesulitan dan lain-lain.
Sementara doa yang berarti mengundang hadir atau mengajak dilakukan
dengan caara menghadirkan arti-arti sifat Allah swt. yang berjumlah 99
(asmaul husna) di setiap perilaku kita sehari-hari. Hal ini dijelaskan
dalam Alquran, surat Al-A’raf: 180.
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)
Pengertian doa menurut agama islam terlengkap– Doa merupakan sebuah ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut sebagai contoh ibadah haji.
Pada hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani
atau perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.
Doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik
terhadap Allah SWT, seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezeki yang
halal dan ketabahan dalam menjalani kehidupan. Sebaiknya kita semua
meminta atau berdoa kepada Allah SWT setiap waktu, setiap saat, kapanpun
dan dimanapun karena selalu didengar oleh-Nya. Namun bukan hanya seseorang yang sedang
tertimpa sebuah musibah namun juga untuk seluruh umat Islam yang masih
hidup (diberi rahmat dan kehidupan), dalam keadaan yang masih sehat dan
tidak kurang suatu apa pun, sebagai manusia kiranya kita harus berdoa
untuk meminta atau bersyukur berkat rahmat Alloh yang maha kuasa. Agar kita
diberi kekuatan iman dan takwa agar tetap bisa melakukan segala
perintah-Nya.
Selain itu, jika kita menyadari bahwa
situasi yang kita hadapi sehari-hari berputar seperti roda gerobak (perputaran roda).
Mungkin hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan tulus, ikhlas tapi siapa
yang tahu hari berikutnya kami memiliki kemalasan suatu? Mungkin hari
ini kita sangat senang, tapi siapa yang tahu besok nasib kita atau lusa
menjadi sebaliknya? Oleh karena itu, dalam kondisi yang baik seperti
yang kita masih bernafas perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Tiada
sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa
kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hakim).
Dalam al-Quran doa memiliki beberapa makna. Di antaranya adalah :
- Al-Qaul atau ucapan. Lihat Q.S. Al-A’raf ayat 5!
- Al-‘Ibadah atau ibadah. Lihat Q.S. Al-Kahfi ayat 14!
- An-Nida atau panggilan. Lihat Q.S. Ali Imran ayat 61!
- Ath-Thalab atau permintaan, tuntutan. Lihat Q.S. Fathir ayat 18!
- Al-Isti’anah atau minta pertolongan. Q.S. Al-Baqarah ayat 23!
- As-Su`al atau permintaan secara umum. Lihat Q.S. Al-Baqarah ayat 69!
- Al-Hats-tsu ‘alasy-syai`i atau motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Lihat Q.S. Nuh ayat 5!
Tujuan Berdo’a
- Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT
- Meminta perlindungan Allah SWT dari semua Setan yang terkutuk
- Memohon agar kita diberi selamat dunia akhirat
- Mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya
Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT
- Ketika membaca Al-Quran
- Setelah Solat wajib
- Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud
- Saat berpuasa wajib dan sunah
- Saat melaksanakan ibadah haji
Tata cara Berdo’a
- Menghadap Ka’bah (kiblat)
- Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian disusul salawat Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya.
- Mengangkat kedua tangan sebelum doa dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan setelah shalat.
- Meminta dengan suara menenangkan sambil berdoa dengan sungguh-sungguh, tulus dan serius
- Berharap bahwa Allah menerima doanya
- Berdoa diulang pada waktu lain untuk menunjukkan seberapa serius kita diberikan oleh Allah SWT
- Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian kepada Allah SWT
Kekuatan Doa
Doa yang dilakukan dengan baik dan benar maka pemohonnya akan
memiliki kekuatan serta daya ubah yang sangat luar biasa. Sebuah hadits
menyebutkan, “Tidak ada yang mampu mengubah takdir selain berdoa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan.”
Maka setiap doa yang baik akan senantiasa dikabulkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam sebuah hadits, “Tidak
ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah SWT, yang mana doanya tidak
diarahkan kepada kemaksiatan atau perbuatan dosa dan memutus tali silahturahmi, kecuali Allah SWT akan mengabulkannya.”
Doa terbagi menjadi 3 pengabulan, antara lain :
- Doa seorang hamba akan langsung dikabulkan oleh Allah (BACA: 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa),
- Doa akan ditunda oleh Allah yang kemudian akan Allah kabulkan di lain waktu atau nanti di Akherat,
- Doa akan diganti oleh Allah swt. dengan hal lain yang menurut Allah lebih baik semisal; terhindar dari bencana (karena sesuatu yang menurut manusia baik belum tentu baik bagi Allah swt).
Dalam Islam, berdoa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan.
Karena hanya Tuhan lah yang Maha Luas, Maha segala-galanya yang berhak
memberikan segala sesuatu untuk hamba-hamba-Nya atau ciptaan-Nya.
Sehingga dalam Islam, orang yang tidak mau berdoa berarti ia sombong.
Dia merasa bisa melakukan sesuatu tanpa adanya pertolongan dari Sang
Maha Kuasa. Padahal semua yang dilakukan manusia, bisa atau tidak, baik
atau buruk, berhasil atau gagal, semuanya karena Allah.
Adapun pengertian atau makna dari kata “doa” menurut para Ulama yaitu sebagai berikut :
Imam at-Thaibi
Yang dimaksud berdoa menurut beliau adalah memperlihatkan sikap
berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah
melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa
butuh kepada Allah SWT. Jadi doa adalah sebuah permohonan kepada Allah SWT dan
bentuk rasa membutuhkan-Nya.
Quraish Shihab
Doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan, baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati yang terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya.
Syaikh Taqiyuddin Subki
Istilah berdoa itu lebih khusus daripada beribadah. Artinya, barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa.Abdul Halim Mahmud
Makna doa menurutnya adalah keinginan terhadap Allah SWT atas apa
yang ada pada-Nya dari semua kebaikan dan mengadu kepada-Nya dengan
memohon sesuatu.
Muhammad Kamil Hasan al-Mahami
Menurutnya doa adalah memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya.
Doa itu termasuk inti dari ibadah, karena bacaan dalam setiap ibadah
kita itu mengandung doa. Jadi, doa adalah sebuah ucapan permohonan dan
pengakuan bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya,
tidak memiliki kemampuan apapun tanpa Allah, kita hanya bisa berserah
diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu
yang diinginkan, dan doa merupakan salah satu panyalur kita
berkomunikasi dengan Allah.

Komentar
Posting Komentar